Archive for the ‘Iwan Fals’ Category

Keakuan

Maret 10, 2009

Keakuan
By : Iwan Fals

terhempas ku terjaga dari lingkar mimpi pada titik sepi
suaramu terngiang menebus khayalku yang juga tentangmu
dan kuakui karma kemunafikan kucinta kau
bahwasanya keakuanku bersumpah aku cinta kau

bayangmu menghantui setiap gerakku dan kemauanku
dahagaku akan mematikan emosi juga ambisiku
dan kuakui karma kemunafikan kucinta kau
bahwasanya keakuanku bersumpah kucinta kau

dan kuakui karma kemunafikan kucinta kau
bahwasanya aku bersumpah aku cinta kau

Kembang Pete

Maret 10, 2009

Kembang Pete
By : Iwan Fals

Kuberikan padamu setangkai kembang pete
Tanda cinta abadi namun kere
Buang jauh-jauh impian mulukmu
Sebab kita tak boleh bikin uang palsu

Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi

* Cinta kita cinta jalanan
Yang tegar mabuk di persimpangan
Cinta kita cinta jalanan
Yang sombong menghadap keadaan

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera

Kuberikan untukmu sebuah batu akik
Tanda sayang batin yang tercekik
Rawat baik-baik walau kita terjepit
Dari kesempatan yang semakin sempit

( Kembali ke * )

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera

Iwan Fals – Kemesraan

Maret 10, 2009

Iwan Fals – Kemesraan

Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak
Dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang
bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita

Sementara sinar surya
Perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi
Tentang cinta
Ada hati membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

Kereta Tiba Pukul Berapa

Maret 10, 2009

Kereta Tiba Pukul Berapa
By : Iwan Fals

Hilang sabar dihati dan tak terbendung lagi waktu itu
Lama memang kutunggu, kedatanganmu sobat karibku

* Datang telegram darimu dua hari yang lalu
Tunggu aku … Di stasiun kereta itu pukul satu

@ Ku pacu sepeda motorku
Jarum jam tak mau menunggu … Maklum rindu
Traffic light aku lewati
Lampu merah tak peduli … Jalan terus … asik

# Di depan/muka ada polantas, Wajahnya begitu buas
Tangkap aku, Tawar menawar harga pas tancap gas

^ Sampai stasiun kereta, Pukul setengah dua
Duduk aku menunggu, Tanya loket dan penjaga
Kereta tiba pukul berapa ?

Biasanya … kereta terlambat Dua jam
Mungkin biasa … Dua jam cerita lama

( Kembali ke * … @ … # dan ^ )

Kontrasmu Bisu

Maret 10, 2009

Kontrasmu Bisu
By : Iwan Fals

Tinggi pohon tinggi berderet setia lindungi
Hijau rumput hijau tersebar indah sekali
Terasa damai kehidupan di kampungku
Koko ayam bangunkan ku tidur setiap pagi

Tinggi gedung tinggi mewah angkuh bikin iri
Guubuk-gubuk liar yang resah di pinggir kali
Terlihat jelas kepincangan kota ini
Tangis bocah lapar bangunkan ku dari mimpi malam

Lihat dan dengarlah riuh lagu dalam pesta
Diatas derita mereka masih bisa tertawa
Memang ku akui kejamnya kota Jakarta
Namun yang kusaksikan lebih parah dari yang ku sangka

Jakarta … oh Jakarta
Si kaya bertambah gila dengan harta kekayaannya
Luka si miskin semakin menganga
Jakarta … oh Jakarta
Terimalah suaraku dalam kebisinganmu
Kencang teriakku semakin menghilang
Jakarta … oh Jakarta
Kau tampar siapa saja, saudaraku yang lemah
Manjakan mereka yang hidup dalam kemewahan
Jakarta … oh Jakarta
Angkuhmu buahkan tanya bisu dalam kekontrasannya
Jakarta … oh Jakarta … Jakarta … oh Jakarta
Jakarta … oh Jakarta … Jakarta … oh Jakarta

Kumenanti Seorang Kekasih

Maret 10, 2009

Kumenanti Seorang Kekasih
By : Iwan Fals

Bila mentari bersinar lagi, hatiku pun ceria kembali ( asik )
Kutatap mega, tiada yang hitam … Betapa indah hari ini

* Kumenanti seorang kekasih
Yang tercantik yang datang di hari ini
Adakah dia kan selalu setia
Bersanding hidup, penuh pesona … harapanku

Jangan kau tak menepati janji, Datanglah dengan kasihmu
Andai kau tak datang kali ini … Punah harapanku

Kutatap mega, tiada yang hitam … Betapa indah hari ini

( Kembali ke * )

Kupu-Kupu Hitam Putih

Maret 10, 2009

Menunggu matahari terbit di musim hujan.
Mendung menjadi teman.
Ada juga keindahannya

Butir embun yang ada di daun.
Bagai intan berlian.
Sendirian ia berkilauan.
Karena matahari tertutup awan

Suara burung-burung di dahan.
Nyanyian alam Bekerja dia mencari makan.
Ada juga yang membuat sarang

Iri aku menyaksikan itu
Tapi ku tetap aku harus bersyukur.
Berguru pada kenyataan.
Pada makhuk Tuhan yang katanya tak berakal

Mendung datang lagi.
Setelah adzan sebentar.
Butir embun hilang, aku jadi termenung.
Mencari pegangan mencoba untuk bertahan.
Langit makin hitam. Aku jadi berharap pada hujan

Kupu-kupu hitam putih
Terbang di sekitarku
Melihat ia manari
Hatiku terpanggil

Burung merpati terbang
Bercumbu di balik awan
Kemudian ia turun menukik
Sujud syukur pada-Nya

Iwan Fals – Lonteku

Maret 10, 2009

Iwan Fals – Lonteku

Intro: Em C C/B Am
Em C C/B Am F Em (2X)

Em D
Hembusan angin malam waktu itu
C C/B Am D Em
Bawa lari ku dalam dekapanmu
Em D
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
C C/B Am G G/F#
Sembunyilah-sembunyi ucapmu…
Em D
Nampak jelas rasa takut di wajahmu
C C/B Am D Em
Saat petugas datang mencariku

Int: Em C C/B Am
Em C C/B Am F Em

Reff.
C D G C G
Lonteku… terima kasih
C C/B Am F Em
Atas pertolonganmu di malam itu
C D G C G
Lonteku… dekat padaku
C C/B Am F Em
Mari kita lanjutkan cerita hari esok

G D G Bm C C/B
(*) Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Am F D
Benih cinta tak pandang siapa
G D G Bm C C/B
Meski semua orang singkirkan kita
Am F D G
Genggam tangan erat-erat kita melangkah

Int : Aadd9 Bm Aadd9 Em Aadd9 Bm C D Em

Kembali ke Reff, (*), Reff (2x), fade out

Maaf Cintaku

Maret 10, 2009

Maaf Cintaku
By : Iwan Fals

Ingin ku ludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Ingin ku congkel keluar indah matamu
Agar engkau tau memang indah matamu

Harus ku akui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamu
Namun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu

Mengertilah … perempuanku
Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh
Maaf cintaku, aku menggurui kamu

Mengertilah … perempuanku
Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh
Maaf cintaku, aku nasehati kamu
Maaf cintaku, aku menggurui kamu
Maaf cintaku, aku nasehati kamu
Maaf cintaku, aku menggurui kamu

Iwan Fals – Mata Dewa

Maret 10, 2009

Iwan Fals – Mata Dewa

Di atas pasir senja pantai kuta
Saat kau rebah di bahu kiriku
Helai rambutmu halangi khusukku
Nikmati ramah mentari yang pulang

Seperti mata dewa 3x

Aku berdiri tinggalkan dirimu
Waktu sinarnya jatuh di jiwaku
Gemuruh ombak sadarkan sombongku
Ajaklah aku wahai sang perkasa

Seperti mata dewa 4x

Yang menangis tinggalkan diriku }
Yang menangis lupakanlah aku } 2x
Senja di hati

Lidah gelombang jilati batinku
Belaian karang sampai ke jantungku
Hingga matahari ajak aku pergi
Kasihku tulus setulus indahmu

Seperti mata dewa 4x

Yang menangis tinggalkan diriku }
Yang menangis lupakanlah aku } 2x
Senja di hati


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.