Arsip untuk ‘Iwan Fals’ Kategori

Selamat Tinggal Malam – By : Iwan Fals

Maret 10, 2009

Selamat tinggal malam yang hitam
Antar aku pergi ikhlaskan
Lama memang kita berteman
Tempuh jalan yang kelam

Terima kasih malam yang hitam
Banyak kau ajarkan padakku
S’gala dosa … s’gala luka … s’gala cela
S’gala-galanya …

Pernah kau kecewa padaku
Sebab ku tak percaya padamu
Bahwa … hari ada malam, hari ada siang
Hari ada pagi … hari adalah hari

Engkau hanya diam dengarkan
Tawaku yang keras cemooh
Dengar ucapmu, dengar katamu
Dengar khotbahmu, dengar bohongmu

Oh malam maafkan aku yang lupa saat itu
Oh malam maafkan aku tak percaya padamu
Hari ada pagi … hari ada malam
Hari ada siang, dalam hari selalu ada kemungkinan

Oh malam maafkan aku yang lupa saat itu
Oh malam maafkan aku benar semua katamu
Hari ada pagi … hari ada malam
Hari ada siang, dalam hari selalu ada kemungkinan
Dalam hari pasti ada kesempatan

Senandung Lirih – By : Iwan Fals – Eross

Maret 10, 2009

Kau wanita terindah yang pernah Kutaklukan.
Kau… Kenapa Kau pergi, kenapa Kau pergi.
Kau wanita terhebat yang pernah memelukku.
Kau… Kenapa Kau pergi, kenapa Kau pergi.

* Helai udara disekitarku,
senandung lirih namamu.
Tiap sudut kota yang Kudatangi,
senandung lirih namamu.

Kau wanita termegah yang pernah Kudapatkan.
Kau… Kemana Kau pergi, kemana Kau pergi.

S’moga Kau temukan apa yang Kau cari,
yang tak Kau dapatkan dari Aku.
S’moga Kau temukan apa yang Kau cari,
yang tak Kau dapatkan dari Aku.

( Kembali ke * )

Kemanapun Kau akan melangkah,
Aku yang s’lalu mengenangmu.
Kemanapun Kau akan melangkah,
Aku yang s’lalu mengenangmu.

Yo…yo…yo…yo…
Lay.lay.lay.lay.lay…

Serdadu – By : Iwan Fals

Maret 10, 2009

@ isi kepala di balik topi baja
semau serdadu pasti tak jauh berbeda
tak peduli perwira, bintara, atau tamtama
tetap tentara …

kata berita gagah pekasa
apalagi sedang kokang senjata
persetan siapa saja musuhnya
perintah datang, karang pun dihantam

* serdadu seperti peluru
tekan picu melesat tak ragu
serdadu seperti belati
tak dirawat, tumpul dan berkarat

umpan bergizi, Ou titah Bapak Menteri
apakah sudah terbukti
bila saja masih ada, burungnya kabar burung
tentang jatah prajurit yang dikentit

( Kembali ke * )

# lantang suaramu otot kawat tulang besi
susu, telur, kacang ijo, extra gizi
runtuh dan tegaknya keadilan negeri ini
serdadu harus tau pasti

serdadu baktimu kami tunggu
tolong kantongkan tampang serammu
serdadu rabalah dada kami
gunakan hati jangan pakai belati, Yii ha

serdadu jangan mau disuap
tanah ini jelas meratap
serdadu jangan lemah syahwat
ibu pertiwi tak sudi melihat

( Kembali ke @ dan # )

Sesuatu Yang Tertunda – By : Iwan Fals Featuring Padi – Piyu

Maret 10, 2009

Disini Aku sendiri menatap relung² hidup.
Aku merasa hidupku tak seperti yang Kuinginkan.
Terhampar begitu banyak warna gelap sisi diriku.
Seperti yang mereka tau, Seperti yang mereka tau.

# Aku merasa disudutkan kenyataan,
menuntut diriku dan tak sanggup Kumelawan.
Butakan mataku semua tentang keindahan,
menggugah takutku, menantang sendiriku.

* Temui cinta lepaskan rasa,
Temui cinta lepaskan rasa.

Disini Aku sendiri, masih seperti dulu yang takut.
Aku merasa hidupku pun surut, tuk tumpukkan harap.
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang Kurasakan.
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit.

( Kembali ke # lalu * 2X )

Temui cinta… 3X

Sore Tugu Pancoran – By : Iwan Fals

Maret 10, 2009

Intro : C C/B Am G (2x)

F C G C
Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu Pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

F C G C
Menjelang Maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya’ melangkah pulang

C/B Am G F G C
* Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Int : C C/B Am G (2x)

F C G C
Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

( Kembali ke * ) …… 2X

Coda : C C/B Am G (2x)

Suara Hati – Iwan Fals

Maret 10, 2009

apa kabar suara hati
sudah lama baru terdengar lagi
kemana saja suara hati
tanpa kau sepi rasanya hari

kabar buruk apa kabar baik
yang kau bawa mudah-mudahan baik
dengar-dengar dunia lapar
lapar sesuatu yang benar

suara hati kenapa pergi
suara hati jangan pergi lagi
suara hati kenapa pergi
suara hati jangan pergi lagi

mendengarkan orang-orang yang menangis
sebab hidupnya dipacu nafsu
kau rasakah sakitnya orang yang terlindas
oleh derap sepatu pembangunan

melihatkah pembantaian
demi kekuasaan yang secuil
kau taukah alam yang kesakitan
lalu apa yang akan kau suarakan

suara hati kenapa pergi
suara hati jangan pergi lagi
suara hati kenapa pergi
suara hati jangan pergi lagi

apa kabar suara hati
sudah lama baru terdengar lagi
kemana saja suara hati
tanpa kau sepi rasanya hari

Sudah Berlalu – By : Iwan Fals – Kikan

Maret 10, 2009

Mungkin sudah berlalu, bersama redup senja.
Kita bukanlah satu, Ku tak lagi Kau puja.
Kini tak akan lagi, Kuharap indah mimpi.

* Bila tak lagi Kau resapi,
cinta hanya tuk dua hati.
Jangan lagi Kau ucap janji,
bila hanya kau ingkari.

Mungkin sudah berlalu, bersama redup senja.
Kita bukanlah satu, Ku tak lagi Kau puja.
Kini tak akan lagi, Kuharap indah mimpi.

( Kembali ke * 3X )

Oooh..
Bila hanya Kau ingkari.

Sugali – By : Iwan Fals

Maret 10, 2009

Suar suar suar … suara berita, tertulis dalam koran
Tentang seorang lelaki yang sering keluar masuk bui
Jadi buronan polisi

Dar der dor … suara senapan, Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan, punya ilmu kebal senapan
S’makin lupa daratan

Lihat Sugali menari, dilokasi WTS kelas teri
Asik lembur pagi, usai garong hambur uang peduli setan

Dig dig dug di du da di du di di di du du

* Ramai gunjing tentang dirimu, yang tak juga hinggap rasa jemu
Suram hari depanmu … Rasa was-was … mata beringas
Menunggu datang peluru yang panas … Di waktu hari naas

@ Oo … bisik jangkrik di tengah malam
Tenggelam dalam suara letusan, Kata berita dimana-mana
Tentang Sugali tak tenang lagi dan lari sembunyi

Tar ter tor … suara senapan, Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan, punya ilmu kebal senapan
Sugali makin keranjingan

Lihat Sugali menari, dilokasi WTS kelas teri
Asik joget sampe lecet, Genit kitik cewek binal paling busyet

Dig dig dug di du da di du di di di du du

( Kembali ke * dan @ )

Surat Buat Wakil Rakyat – By : Iwan Fals

Maret 10, 2009

Intro : C F (4x)

C F C
Untukmu yang duduk sambil diskusi
C G C
Untukmu yang biasa bersafari
F Dm G C G F
Di sana … di gedung DPR

C F C
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
C G C
Bukan kumpulan teman-teman dekat
F Dm G C
Apalagi… sanak famili

G F
Di hati dan lidahmu kami berharap
G C
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
G F
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
G C
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Int : F C G C

C F C
Di kantong safarimu kami titipkan
C G C
Masa depan kami dan negeri ini
F Dm G C
Dari Sabang … sampai Merauke

G F
Saudara dipilih bukan dilotere
G C
Meski kami tak kenal siapa saudara
G F
Kami tak sudi memilih para juara
G C
Juara diam, juara he’eh, juara ha ha ha

Int : C F C
C F A# G
C F C
C F (2x)

C F C
Untukmu yang duduk sambil diskusi
C G C
Untukmu yang biasa bersafari
F Dm G C G F
Di sana… di gedung DPR

G F
Di hati dan lidahmu kami berharap
G C
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
G F
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
G C
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
( wahai sahabat … )

Am
* Wakil rakyat seharusnya merakyat
Dm Am F G Am
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
C F C F
Wakil rakyat bukan paduan suara
Dm Am F G C
Hanya tahu nyanyian lagu setuju

( Kembali ke * ) fade out

Tikus Tikus Kantor – By : Iwan Fals

Maret 10, 2009

Kisah usang tikus-tikus kantor
Yang suka berenang di sungai yang kotor
Kisah usang tikus-tikus berdasi
Yang suka ingakar janji lalu sembunyi

Dibalik meja teman sekerja, Didalam lemari dari baja

Kucing datang, cepat ganti muka
Segera menjelma bagai tak tercela
Masa bodo hilang harga diri
Asal tak terbukti … akh tentu sikat lagi

* Tikus-tikus tak kenal kenyang, Rakus-rakus bukan kepalan
Otak tikus memang bukan otak udang
Kucing datang … tikus menghilang

Kucing-kucing yang kerjanya molor
Tak ingat tikus kantor datang menteror
Cerdik, licik, tikus bertingkah tengik
Mungkin karna sang kucing pura-pura mendelik

Tikus tau sang kucing lapar, Kasi roti jalanpun lancar
Memang sial sang tikus teramat pintar
Atau mungkin sang kucing yang kurang ditatar

( Kembali ke * )


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.