Archive for the ‘Iwan Fals’ Category

Surti – Tejo

Maret 10, 2009

Surti – Tejo
By : Jamrud

Surti remaja anak bapak kades
Dan si Tejo jejaka baru aja mudik
Berdua saling mencinta sejak lulus SD
Hinggga kini beranjak gede

Surti sumringnah arjunanya pulang
Tiga tahun berpisah nyari dana di kota
Mereka melepas rindu di pematang sawah
Hinggga malam slimuti desa

Jemari Tejo mulai piknik – Dari wajah sampai lutut Sutri
Tanpa sadar sarung mereka pun jadi alas
Mirip demo memasak – Tejo mulai berakting di depan Surti
Masang alat kontrasepsi

Surti menjerit serentak menutup matanya
Surti menangis … kecewa arjuna berubah

Hilang tejo yang dulu ngapung
Dekil, lugu tapi Surti suka
Berganti Tejo yang gaul, yang funky
Yang doyang ngucapin ’ember’

Surti berlari kayak kesurupan
Dan si Tejo ngelamun menahan konaknya
Di acungkan jari tengah ke arah Surti
Penuh dendam dia bilang Fuck You

Surti menangis … Surti kecewa
Diacungkan jari tengah ke arah Surti
Penuh dendam dia bilang Fuck You – Surti Fuck You

Iklan

Telat 3 Bulan

Maret 10, 2009

Telat 3 Bulan
By : Jamrud

Malam Jumat bertemu di apotik Pak Mahmud
Kau tersenyum tersipu, aku pura-pura malu
Dan kita mulai saling Tanya jawab

Malam sabtu ku jemput, rok minimu menyambut
Ku ajak kau ke laut, lihat pemandangan bagus
Namanya laut, angin pasti kuenceng ( wuiesss )
Rokmu berayun … naik-turun

* Hey … salahkah aku yang jadi mau
Karna melihat isi dalam rokmu
Hey … kenapa kau pun mau, saat ku rayu
Dan kita langsung berguling
Bergerak bebas di atas pasir

Brapa bulan gak ketemu, kau tampak jadi gendut
Lagi memilih susu, di apotik Pak Mahmud
Ku tanya kabar, kau malah menangis
Sambil berbisik … aku telat 3 bulan

( Kembali ke * )

22 Januari

Maret 10, 2009

22 Januari
By : Iwan Fals

22 Januari kita berjanji
Coba saling mengerti apa didalam hati
22 Januari tidak sendiri
Aku berteman iblis yang baik hati

Jalan berdampingan tak pernah ada tujuan, membelah malam
Mendung yang selalu datang, kudekap erat
Kupandang senyummu dengan sorot mata yang kedua buta
Lalu kubisikkan sebaris kata-kata
Putus asa … sebentar lagi hujan

2 buku teori kau pinjamkan aku
Tebal tidak berdebu, kubaca s’lalu
4 lembar fotomu dalam lemari kayu
Kupandang dan kujaga sampai kita jemu

Jalan berdampingan tak pernah ada tujuan, membelah malam
Mendung yang selalu datang, kudekap erat
Kupandang senyummu dengan sorot mata yang kedua buta
Lalu kubisikkan sebaris kata-kata
Putus asa … sebentar lagi hujan

Aku Antarkan

Maret 10, 2009

Aku Antarkan
By : Iwan Fals

Aku antak kau sore pukul 5
Laju rooda 2 seperti malas tak beringas

Langit mulai gelap, Sebentar lagi malam
Namun kau harus kembali, tinggalkan kota ini

* Saat lampu-lampu mulai dinyalakan
Semakin erat lingkar lenganmu di pinggangku
Jarak bertambah dekat, 2 kelok lagi
Setasiun bis antar kota pasti terlihat

@ Tak terasa seminggu sudah engkau dipelukku
Tak terasa seminggu alangkah capatnya waktu
Tak terasa seminggu rakus ku lumat bibirmu
Tak terasa seminggu tak bosan kau minta “itu”

Tiba di tujuan mesin ku matikan
Jariku kau genggam, seakan enggan kau lepaskan

( Kembali ke * dan @ )

Aku Bukan Pilihan

Maret 10, 2009

Aku Bukan Pilihan
By : Iwan Fals – Pongki

Kini Ku mengungkap tanya siapakah dirinya,
yang mengaku kekasih itu. Aku tak bisa memahami.
Ketika malam tiba Kurela Kau berada,
dengan siapa Kau melewatinya. Aku tak bisa memahami.

* Aku lelaki tak mungkin,
menerimamu bila ternyata Kau mendua,
membuatku terluka.
Tinggalkan saja diriku,
yang tak mungkin menunggu,
jangan pernah memilih, Aku bukan pilihan.

Lalu terungkap tanya benarkah kini dia,
wanita yang Kukenal hatinya. Aku tak bisa memahami.

( Kemabali ke * )

Tak perlu Kau memilihku,
Aku lelaki, bukan tuk dipilih.

( Kembali ke * 2X )

Aku Sayang Kamu

Maret 10, 2009

Aku Sayang Kamu
By : Iwan Fals

Susah … susah mudah kau kudekati
Kucari, engkau lari, ku diam kau hampiri
Jinak burung dara justru itu kusuka
Bila engkau tertawa hilang semua duka

Gampang naik darah, omong tak mau kalah
Kalau datang senang, nona cukup ramah
Bila engkau bicara, persetan logika
Sedikit keras kepala, ah dasar betina

Ku suka kamu … sungguh suka kamu
Kuperlu kamu … sungguh perlu kamu

Engkau aku sayang, sampai dalam tulang
Banyak orang bilang, aku mabuk kepayang
Aku cinta kamu, bukan cinta uangmu
Aku puja selalu, setiap ada waktu

Ku suka kamu … sungguh suka kamu
Ku perlu kamu … sungguh perlu kamu

Langsat kuning jinah, warna kulit nona
Bibir merah muda, lesung pipit pun ada
Wajah cukup lumayan, dapat poin enam
Bila nona jalan, rembulan pun padam

Ku suka kamu … sungguh suka kamu
Ku perlu kamu … sungguh perlu kamu

Ambulan Zig-Zag

Maret 10, 2009

Ambulan Zig-Zag
By : Iwan Fals

Deru ambulan memasuki pelataran rumah sakit
Yang putih berkilau … Didalam ambulan tersebut
Tergolek sosok tubuh gemuk bergelimang perhiasan
Nyonya kaya pingsan mendengar kabar putranya kecelakaan

Dan para medis berdatangan kerja cepat
Lalu langsung membawa korban menuju ruang periksa
Tanpa basa basi nih mungkin sudah terbiasa

* Tak lama berselang super helicak datang
Masuk membawa korban yang berkain sarung
Seluruh badannya melepuh
Akibat pangkalan bensin ecerannya meledak

@ Suster cantik datang mau menanyakan
Dia menanyakan data si korban
Dijawab dengan jerit kesakitan
Suster menyarankan bayar ongkos pengobatan
Aiiyy … sungguh sayang korban tak bawa uang

Suster cantik ngotot lalu melotot dan berkata
Silahkan bapak tunggu di muka
Ai modar aku … ai modar aku …
Jerit si pasien merasa kesakitan

( Kembali ke * dan @ )

Suster cantik ngotot lalu melotot dan berkata
Silahkan bapak tunggu di muka
Ai modar aku … ai modar aku …
Jerit si pasien merasa diremehkan
Ai modar aku … ai modar aku …
Jerit si pasien merasa kesakitan

Ancur

Maret 10, 2009

Ancur
By : Iwan Fals – Azis MS

Namamu s’lalu Kubisiki,
dalam tidurku, dalam mimpiku,
setiap malam.
Hangat tubuhmu melekat dikulitku,
beribu peluk, beribu cium,
kita lalui.

# Tapi Kau kabur dengan duda anak tiga,
pilihan Ibumu.
Hatiku hancur berserakan, berhamburan,
kayak jeroannya binatang.

* Ya sudah,
Kumenangis seadanya, sekuat tenaga.
Ya sudahlah,
Kau memang setan alas,
gak punya perasaan, ancur.

Doaku di akad nikahmu,
s’moga si duda diracun orang,
biar terus mampus.

( Kembali ke # )

Ya sudah,
Kumenangis seadanya, sekuat tenaga.
Ya sudahlah.

( Kembali ke * )

Doaku di akad nikahmu,
s’moga si duda diracun orang,
biar terus mampus.

s’moga si duda diracun orang,
biar terus mampus.

Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu

Maret 10, 2009

Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu
By : Iwan Fals

Tabir gelap yang dulu hinggap
Lambat laun mulai terungkap
Labil tawamu tak pasti tangismu
Jelas membuat aku sangat ingin mencari

Apa yang tersembunyi dibalik manis senyummu
Apa yang tersembunyi dibalik bening dua matamu

Dapat kutemui mengapa engkau tak pasti

Lalu aku coba untuk mengerti
Saat engkau tiba disimpang jalan
Lalu engkau bimbang untuk tentukan
Arah mana tempat tujuan

Jalan gelap yang kau pilih
Penuh lubang dan mendaki
Jalan gelap yang kau pilih
Penuh lubang dan mendaki

Iwan Fals – Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira

Maret 10, 2009

Iwan Fals – Asmara Tak Secengeng Yang Aku Kira

Bekas tapak-tapak sepatu
yang kupakai selalu ikuti
Kemana ku berjalan
Debu dan keringat yang ada
Di atas tubuh ini

Saksi bisu bahwasanya tak mudah
Dan tak segampang yang selama ini
Aku kira (sangka)
Tentang asmara…

Cermin disegala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat
Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan

Meraih suka
Menangkap tawa
Merebut duka….

Satu cerita dua manusia
Terlibat dalam amuk asmara
Satu cerita yang memang ada
Tak mungkin mati jelas abadi
Selama manusia dalam alam ini

Maafkan kalauku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang
Dan tak secengeng yang kukira
Yang kukira
yang kusangka